Rabu, 13 Oktober 2010

KESAKTIAN PANCASILA

KESAKTIAN PANCASILA
Pancasila secara de yure dan de facto memang merupakan dasar negara Republik Indonesia resmi. Beberapa dokumen penetapannya ialah :
1) Rumusan Pertama : Piagam Jakarta - tanggal 22 Juni 1945
2) Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
3) Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
4) Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
5) Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Hal diatas menunjukan betapa sahnya pancasila sebagai pandangan hidup sejati dalam kehidupan bernegara agar terciptanya pemerintahan yang baik dan stabil
Namun pandangan hidup pancasila ini tidaklah mewakili pandangan hidup setiap individu warga Negara Indonesia yang menyeluruh tanpa terkecuali.ada beberapa perlawanan dari ideology yang mengancam kedaulatan pancasila sebagai pandangan hidup dan landasan Negara Indonesia.contohnya adalah ideologi komunis.
Seperti yang kita ketahui tanggal 30 september 1965 adalah salah satu waktu dimana terapat pergerakan kudeta besar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menganut ideologi komunis.Hari itu, enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun konon berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.Dan dapat disimpulkan bahwa munculnya peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara Indonesia. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, atau justru Pancasila kemudian dibikin sakral dan dianggap sakti.
Namun ujian atas kesaktian pancasila tidaklah berakhir sampai disitu.ada lebih banyak ideologi lain yang penerapannya sangat menentang nilai luhur pancasila.terutama dalam masa masa kedepan.seperti timbulnya ideologi yang melahirkan ajaran rohani yang menyimpang.sehingga timbul perselisihan dan memungkinkan terjadinya kekerasan fisik maupun mental secara individu maupun masal.namun dengan kesaktian pancasila yang mewadahi dan bisa meluruskan segala hal yang menyimpang,maka kekerasan tersebut bisa dikurangi,bahkan dihindari.selain itu mencegah perpecahan didalam bermasyarakat yang satu.
Maka wajar jika wajib hukumnya bagi kita untuk melestarikan pancasila.bukan hanya itu,kita juga mengemban tugas untuk menyebarluaskan nilai nilai luhur pancasila kepada semua elemen bangsa.khususnya bagi mereka yang tahu dan hafal kelima sila,namun tidak ada pengaplikasiannya kedalam kehidupan berbangsa dan bernegara.bayangkan jika Negara indonesia dijalankan dengan ideologi yang dianut hanya oleh masing masing individu tanpa penyearah dan penyatu.nah,disinilah kesaktian pancasila berperan sebagai penyerah dan penyatu sekaligus sebagai dasar landasan kehidupan.